“ya sudahlah”

Tags

ngga pernah bisa bayangin kalo jadi anak yatim atau anak yatim piatu….

image

minggu kemaren, perpindahan siang ke sore… sebut saja “andi” pulang kerumah pamannya… sepertinya hampir 2 bulan belakangan ini ia tinggal dengan pamannya… anak kelas 4 sd ini yatim ditinggal bapaknya.

cuaca nampaknya akan hujan besar,  sedangkan pintu pagar terkunci dari luar…  sang paman dan istrinya masih berada diluar…

saya panggil masuk kerumah…

“mas, berteduh disini dulu… mau hujan gede tuh…”

dia pun menuruti.

masuk kerumah, saya tanya, ” udah makan belum ?”, dia pun menggelengkan kepala.

akhirnya dibuatlah mie instan + secangkir teh panas. “makan ya, biar ga laper terus minum tehnya biar ngga masuk angin. “om, maafin jadi ngerepotin ya”, katanya sambil memelas. “ngga, ga ngeropotin ko”, jawab gw.

“mas andi suka hotwheels nggak ?”, dia menjawab “mmhhh ngga suka seh, eh suka seh… tapi ngga boleh sama ibuk, soalnya harganya mahal”,

(gw ko jadi sedih ya, secara koleksi hotwheels gw nempel di tembok rumah)

” ini hotwheels buat mas andi, buat maen dirumah” kata gw sambil nyerahin hotwheelsnya…

“wah, om hotwhelsnya banyak juga ya, ada 56 biji”, tanyanya. “iya…”, jawab gw datar.

“om suka maen gitar ?” tanyanya. “iya, kadang-kadang, emang knp, mau maen gitar?” tanya gw balik. “iya om” jawabnya. “oh, suka lagu apa”, balas gw. “suka lagu ‘ya sudahlah'” balas dia.
dalam hati gw ko bawaannya jadi mellow ya?

ngga pernah bisa bayangin kalo jadi anak yatim atau anak yatim piatu….

minggu kemaren, perpindahan siang ke sore… sebut saja “andi” pulang kerumah pamannya… sepertinya hampir 2 bulan belakangan ini ia tinggal dengan pamannya… anak kelas 4 sd ini yatim ditinggal bapaknya.

cuaca nampaknya akan hujan besar,  sedangkan pintu pagar terkunci dari luar…  sang paman dan istrinya masih berada diluar…

saya panggil masuk kerumah…

“mas, berteduh disini dulu… mau hujan gede tuh…”

dia pun menuruti.

masuk kerumah, saya tanya, ” udah makan belum ?”, dia pun menggelengkan kepala.

akhirnya dibuatlah mie instan + secangkir teh panas. “makan ya, biar ga laper terus minum tehnya biar ngga masuk angin. “om, maafin jadi ngerepotin ya”, katanya sambil memelas. “ngga, ga ngeropotin ko”, jawab gw.

“mas andi suka hotwheels nggak ?”, dia menjawab “mmhhh ngga suka seh, eh suka seh… tapi ngga boleh sama ibuk, soalnya harganya mahal”,

(gw ko jadi sedih ya, secara koleksi hotwheels ge nempel di tembok rumah)

” ini hotwheels buat mas andi, buat maen dirumah” kata gw sambil nyerahin hotwheelsnya…

“wah, om hotwhelsnya banyak juga ya, ada 56 biji”, tanyanya. “iya…”, jawab gw datar.

“om suka maen gitar ?” tanyanya. “iya, kadang-kadang, emang knp, mau maen gitar?” tanya gw balik. “iya om” jawabnya. “oh, suka lagu apa”, balas gw. “suka lagu ‘ya sudahlah'” balas dia.
dalam hati gw ko bawaannya jadi mellow ya?

“Ketika mimpimu yang begitu indah
Tak pernah terwujud
Ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu
Dan tak pernah sampai
Ya sudahlah

Sempat kau berharap keramahan cinta, 
Tak pernah kau dapat… ya sudahlah

Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih… coz everything’s gonna be OKAY”

“dalam hati gw bertanya, kenapa mas andi ini pilih lagu ini ya, apa dia merasa sebatang kara atau gimana gitu ?”

melihat gerak gerik, tindak tanduk, perilakunya kayanya seh anak ini kaya yang menahan beban terua berusaha buat tegar… hampir tiap setengah jam sekali dia minta maaf karena dah ngerepotin. padahal gw ngga pernah merasa direpotin.

smoga jalan kedepanmu dimudahkan Allah SWT ya nak, diberi kecukupan atas semua kebutuhan hidupmu di dunia, diberikan kebahagiaan yang melingkupi hati dan orang orang terdekatmu, menggenapkan segala keinginanmu, Amien YRA

beberapa dari kita memang tidak seberuntung kita, bersyukur gw punya figur ayah, mencontohin gw mana baik mana tidak, mana benar mana salah. beruntung gw masih bisa ngerasaiin kasih sayang orang tua gw ampe umur segini gede.

kadang emang kita lupa nikmat dan lupa bersyukur. kadangkala yang ngga kelihatan di mata itu sangat berarti buat kita dan merasa benar benar kehilangan saat kita kehilangan orang kesayangan beserta moment momentnya…

bersyukurlah, bersyukurlah, bersyukurlah…

“usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin” – HR. Ahmad”

*gambar diambil dr google, dr segala sumber.

Advertisements

time is running out

image

time is running out…
kita ngga kan tau sampai kapan kita hidup…
kalo kata orang lain, kurang-kurangin nyakitin orang lain…

ditinggalkan orang yang kita cintai, tampaknya menyakitkan… mengetahui orang yang kita sayangi dah ngga ada lagi… nampak menyakitkan…
melihat orang yang kita sayangi kehilangan orang yang ia cintai juga sama ngerasaiin sakitnya…

balik lagi pada kelapangan hati… bahwasanya apa-apa yang kita miliki sejatinya bukan milik kita…

anak, istri, orang tua… semuanya milik IA dan akan kembali padaNYA…

see you again :)

image

sedikit menggangu, saat seorang teman, sahabat, atasan yang biasa kita temui setiap hari, berinteraksi setiap hari harus pergi…

seorang yang bisa dipakai untuk bertukar pikiran, menularkan ilmu yang dimilikinya dan menumbuhkan suasana nyaman dalam bekerja…

its a rare quality…

pada akhirnya kita diharuskan tetap untuk tidak berada di zona nyaman, agar kita tetap bergerak dan hidup dan berkembang menjadi lebih baik dan baik lagi

saya sudah ditinggalkan beberapa pemimpin baik, sama sama kuat agamanya, puasa senin kamis dan sholat dhuha yang ngga lepas dari kesehariannya…

saya belajar, dan masih belajar untuk mendapatkan kualitas seperti diatas…

pada akhirnya, seorang pemimpin yang baik adalah seorang yang dirindukan anak buahnya, pemimpin yang bisa mengeluarkan dan mendorong yang terbaik yang dimiliki anak buahnya dengan cara yang positif, dengan cara yang elegan, dengan cara yang menumbuhkan kesadaran di benak individu dibawahnya

saya coba tuk belajar dari tiap tiap pemimpin yang saya kenal, mengambil sisi positifnya dan berharap kelak bisa sama seperti mereka di waktu yang akan datang…

its always an honour to work with you sir, salute 😀

Being 30++

Usia memang ngga akan bohong, walaupun jiwa tetap merasa muda, tapi raga tetap akan menua…

Menjadi 30an kayanya jadi masa peralihan. Kata orang usia 30 itu “tua ngga, muda juga ngga”. 

Beberapa perubahan yang terasa :

1. Berat badan pasti meningkat, karena rata-rata orang dengan usia 30an mayoritas sudah menikah dan entah berkorelasi atau tidak, pasti berat badan juga ikut naik (kalo turun berarti salah pilih pasangan haha :p )

2. Mulai merasa trend musik anak muda sekarang (usia 20an) terdengar asing di telinga kita, dan merasa musik pada zaman kitalah, musik paling keren, paling oke. ( saya juga ngga ngerti itu musik korea… )

3. Mulai kangen temen temen sma, temen temen kuliah yang karena saking sibuknya sama kerjaan, susah banget buat ngatur schedule yang pas, karena pasti satu keluarga harus datang, baik istri maupun anak (biasa sudah satu paket… Ga bisa datang terpisah….)

4. Mulai sering dipanggil pak atau om dibandingkan dipanggil kakak atau mas (ini yang mengesalkan neh… Lu kira gw bapak ma om lu apa)

5. Mulai sering kelelahan Dan kesulitan untuk membagi waktu (kerja pagi pulang malem, dari gelap ke gelap, weekend anter anak istri, buat olahraga pun kadang sulitnya minta ampun) makanya usia 30an dikatakan kita punya tenaga dan uang, tapi tidak dengan waktu.

6. Mulai kikuk sama gadget, biasanya kita hafal mendetail setting gadget, sekarang buat setting munculin icon di iphone aja susahnya minta ampun (padahal dulu tiap hp keluar dah hafal speks sama harganya + langsung beli, kalo punya doku

7. Sering dipanggil ikut rapat rt malem malem buat bicaraiin ronda malam atau buat kerja bakti hari minggu ntar (woi kebebasan masa muda gw kemana, dulu aja sering ada rapat rt rw dirumah bokap, dan gw melenggang deng an cuek, sekarang…. Jadi member tetap rapat rt rw, ya daripada dijewer pak rt gara2 ngga ikut rapat, ngikut rapat aja dah… Maen aman)

8. Mulai merasa bahasa gaul sekarang lebay (berlebihan) amat, ngga sekeren bahasa gaul kita waktu masih muda. Dulu js badudu ngajarin eyd, sekarang anak anak muda irit kalo ngetik apapun, mpe bingung bacanya….

9. Mulai punya cicilan (hahahaha….) baik rumah ataupun mobil atau apalah… Hayo ngaku hahaha ;p

10. Mulai merasa harus jadi figur yang tepat baik buat pasangan hidup maupun buat sang anak ( ehm… Benerin dasi…) 

11. Coba tolong terusin !!!
To be continue

Karan abyasa al rumi & G6pd

Tags

“G6pd as known as glucose-6-phosphate dehydrogenase adalah suatu kelainan genetika yang diturunkan dari kromosom x

kelainan genetika ini mengakibatkan sel darah merah tidak dapat memproduksi enzim g6pd dalam jumlah yang cukup untuk melindungi sel darah merah itu sendiri

sehingga pada saat tubuh terkena paparan dari pantangan atau obat-obatan tertentu, dapat mengakibatkan pecahnya sel darah merah (hemolisis) & untuk stadium yang parah dapat mengakibatkan anemia”

Desember 2014

Karan lahir dengan perkiraan caesar 5 bulan sebelumnya, perdebatan dengan istri mengenai tanggal lahir yang baik untuk dirinya sering didiskusikan beberapa hari menjelang HPL (hari perkiraan lahir). Antara 11 atau 12 desember. Tapi uniknya dia memilih hari lahirnya sendiri tanggal 8 desember, pukul setengah 6 pagi saat pendarahan istri sudah terjadi pukul 03.30 pagi, 2 jam sebelumnya. 

Hal itu persis seperti kebiasaan dirinya mengetuk-ngetuk dinding rahim ibunya saat jam yang sama, saat adzan subuh pertama sudah dikandangkan. 
Antara percaya dan tak percaya, takjub dan perasaan yang bercampur haru bahagia, akhirnya saya lihat tubuh kecilnya dalam kotak kaca, disertai tangisnya yang memecah kesunyian, keras dan menarik perhatian. 

Its wonderfull, mukjizat bagi saya, untuk memiliki seorang putra, darah daging saya sendiri. Menilik hari hari sebelumnya, dimana tingkah laku saya masih seperti anak kecil dan tepat didepan saya, anak kecil dari si anak kecil telah lahir. Saya dituntut belajar dewasa, & harus jadi figur yang tepat untuk dirinya. 
Secara kasat mata karan tak berbeda dengan bayi lainnya, namun setelah hasil lab keluar ternyata parameter g6pd nya rendah, dan menurut dr. Karan memiliki G6PD deficiency. 

Nama g6pd ini terdengar awam bagi saya, secara umum dr menjelaskan bahwa karan tak boleh terpapar obat-obatan tertentu yg dapat memecah sel darah merahnya. Saya diberi copyan pantangan obat dalam kertas a4 berisi 4 kolom dan 30an baris daftar obat. Saya baca satu persatu, mulai dari yg terdengar familiar seperti parasetamol dan aspirin, hingga nama obat yang berawalan “sulf/sulfat” dan “quinin”. Termasuk diantaranya kamper, kapur barus  dan obat kina.

Saya pikir dalam hati “baiklah kami bisa menjaga putra kami untuk tidak mengkonsumsi obat tersebut diatas, mungkin apabila dia sakit akan ada obat subtitusi pengganti obat didaftar pantangan obat tersebut”. 

Mencoba untuk menerima keadaan tersebut dan mencari second opinion, Disertai rasa penasaran, akhirnya saya dan istri putuskan untuk tes kembali di laboratorim swasta di kota kami, sehari setelahnya kami mendapatkan hasil lab bahwa karan masih mendapatkan hasil tes dengan g6pd deficiencynya”

Setelah berkonsultasi dengan kerabat yg berprofesi sebagai dokter, didapatkan pula informasi bahwa pantangan bagi penderita g6pd tidak hanya dari obat-obatan, namun juga dari makanan, hal tersebut diantara adalah jenis kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan fava beans. 

(Untuk pantangan makanan ini masih saya cari sampai sekarang, makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh karan)

Cara hidup seorang g6pd haruslah menghindari pantangan obat obatan dan makanan tersebut. 

Saya pikir, anak saya akan hidup lebih sehat dr saya, karena ia tidak pernah mengkonsumsi produk makanan instant, semuanya serba fresh dan dibuat sendiri oleh istri dan ibu saya tercinta (& saya sendiri, kadang2 tapi ;p ) 

Saya berpikir untuk lebih protektif, memfilter makanan yang dikonsumsi nya, menjelaskan keadaan dirinya saat ia beranjak balita, menjelaskan ke orang orang dan lingkungan sekitar tentang pantangan yang tidak boleh dia langgar, hingga saatnya ia dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri.

Dan untuk bergaya hidup sehat, mencontohkan hidup sehat, mengkonsumsi makana sehat, berarti harus dari figur orang tuanya sendiri. Berarti saya pun harus bergaya hidup sehat untuk menemani dia beranjak besar nanti ;D

Well de karan, mas abi 

Lets ride the adventure 😀 every single day in your life 😉 

Bismillah ;D 

To be continued

  
*diambil dari berbagai sumber

2014-2015

tahun 2010 saya bikin blog ini, 2 tahun saya biarkan kosong mengangga… dan 2 tahun kemudian saya isi penuh, hingga kemudian 2 tahun kemudian saya biarkan kembali kosong…
untuk seseorang yang lebih suka menulis dibandingkan mengucap maksudnya secara langsung, nampaknya agak sulit untuk tidak menulis…

2013 memang luar biasa… rutinitas seakan memaksa untuk tidak menulis….

begitupun 2014…

kamu tidak akan percaya teman… mungkin ini tahun terbaik dalam hidup saya, menikahi wanita yang saya cintai, mendapatkan seorang anak laki-laki… dalam tahun yang sama.

dalam tahun itu saya menjadi suami dan ayah 🙂 
menengok kebelakang, rasa-rasanya sukar untuk melihat keadaan saya sekarang ini, well… terkadang hidup memiliki kejutannya sendiri…

  
saya masih mau menulis… 

entah satu atau dua buah kata…

entah hanya untuk meredam apa yang ada di benak saya

atau hanya untuk sekedar… 

bercerita…
* terimakasih tuhan 😀

biskuit = 2000

IMG00361-20130327-0840

sebenarnya bukan masalah besar juga seh, dan mungkin sudah banyak pula yang mengutarakan hal seperti ini, entah via surat kabar atau melalui internet pula. dulu saya tidak pernah ambil pusing, bila uang kembalian diganti dengan permen, sekedar seratus atau dua ratus perak, thats fine for me.

lama-lama semakin kesini, kayanya masalah uang kembalian saat kita selesai melakukan transaksi agak-agak membabi buta juga yah. kalau sekedar Rp. 100- 500 perak seh masih masuk akal kalo diganti permen. saat saya membeli popcorn dan lemon ice tea di salah satu bioskop yg katanya monopoli tayangan film diindonesia, saat dikasih uang kembalian sebesar Rp. 2000 perak diganti dengan biskuit coklat. wth, apa-apaan ini, apa dia akan ngasih juga kalo saya beli makanan disana dengan biskuit yang sama ???

dan terakhir, hari kemaren. saat selesai ngopi di salah satu tempat ngopi di bandung, transaksi sebesar Rp. 55.048 dan saya byar pake pecahan Rp. 100 ribu, hanya dikembalikan sebesar Rp. 44. ribu. tanpa basa-basi sedikitpun, apa kasirnya emang ngga bisa ngitung ya, atau mesin kasirnya rusak ???.

terlepas dari kejadian diatas, kayanya ada yang salah sama pihak-pihak diatas. seharusnya transaksi yang baik itu transaksi yang menimbulkan kedua belah pihak. baik si pembeli maupun si penjual. berapapun kembalian yang diterima pembeli wajib di penuhi oleh penjua, karena memang itu haknya pembeli. kayanya harus ada semacam etika bisnis disini. karena uang tetaplah uang sekecil apapun nominalnya. belum lagi tidak adanya penjelasan dari kasir kalau memang ingin mengganti pecahan kecil dengan benda apapun. harusnya nanya dulu apakah si pembelinya bersedia atau engga duit kembaliannya diganti dengan benda lain.

well, setidaknya pelajaran buat saya, kalo suatu saat saya memiliki usaha yang sama atau transaksi keuangan apapun, ngga harus menukar uang kembalian dengan barang-barang yang ngga berkenan di si pembeli. kewajiban penjual untuk memenuhi hak si pembeli dan begitupun sebaliknya.