IMG00361-20130327-0840

sebenarnya bukan masalah besar juga seh, dan mungkin sudah banyak pula yang mengutarakan hal seperti ini, entah via surat kabar atau melalui internet pula. dulu saya tidak pernah ambil pusing, bila uang kembalian diganti dengan permen, sekedar seratus atau dua ratus perak, thats fine for me.

lama-lama semakin kesini, kayanya masalah uang kembalian saat kita selesai melakukan transaksi agak-agak membabi buta juga yah. kalau sekedar Rp. 100- 500 perak seh masih masuk akal kalo diganti permen. saat saya membeli popcorn dan lemon ice tea di salah satu bioskop yg katanya monopoli tayangan film diindonesia, saat dikasih uang kembalian sebesar Rp. 2000 perak diganti dengan biskuit coklat. wth, apa-apaan ini, apa dia akan ngasih juga kalo saya beli makanan disana dengan biskuit yang sama ???

dan terakhir, hari kemaren. saat selesai ngopi di salah satu tempat ngopi di bandung, transaksi sebesar Rp. 55.048 dan saya byar pake pecahan Rp. 100 ribu, hanya dikembalikan sebesar Rp. 44. ribu. tanpa basa-basi sedikitpun, apa kasirnya emang ngga bisa ngitung ya, atau mesin kasirnya rusak ???.

terlepas dari kejadian diatas, kayanya ada yang salah sama pihak-pihak diatas. seharusnya transaksi yang baik itu transaksi yang menimbulkan kedua belah pihak. baik si pembeli maupun si penjual. berapapun kembalian yang diterima pembeli wajib di penuhi oleh penjua, karena memang itu haknya pembeli. kayanya harus ada semacam etika bisnis disini. karena uang tetaplah uang sekecil apapun nominalnya. belum lagi tidak adanya penjelasan dari kasir kalau memang ingin mengganti pecahan kecil dengan benda apapun. harusnya nanya dulu apakah si pembelinya bersedia atau engga duit kembaliannya diganti dengan benda lain.

well, setidaknya pelajaran buat saya, kalo suatu saat saya memiliki usaha yang sama atau transaksi keuangan apapun, ngga harus menukar uang kembalian dengan barang-barang yang ngga berkenan di si pembeli. kewajiban penjual untuk memenuhi hak si pembeli dan begitupun sebaliknya.