September ‘

Kau pasti tak kan ingat…

Langkah2 kecil yang kautapaki di trotoar, berburu dengan deru nafasmu…

Caramu menyembunyikan apa yang hingap dibenakmu…

Hingga tak terbaca olehku…

Atau tatapan matamu yang menyembunyikan rasa tak nyaman di disisiku…

Atau tentang kata2 yang sesaat keluar tak teratur dari bibir kecilmu…

Dan terdengar sedikit meracau…

Mencoba sejenak berlari dan bersembunyi dariku…

Engkau pasti tak kan ingat…

Mewangi lantai kayu coklat…

Saat adzan berkumandang dan sore menjelang malam…

Tentang asterix dan obelix, atau tentang kartun horror di sore itu…

Atau tentang kiranti-mu yang masih menempel di jaket abuku…

Atau sesalmu atas lipstick yang mencium cappuchon-ku…

Atau tentang siang itu…

Tentang hujan deras yang basahi tubuh kita…

Tentang banjir yang tenggelamkan kita…

Sehingga aku selalu merindukan hujan…

Tentang jalan-jalan yang panjang…

Tentang arti sebuah gapura…

Atau tentang kucing2 jalanan yang setia meneriakan namamu…

Saat menyambutku… menyambutmu…

Entah mengapa…

Aku masih ingat tentang dirimu tuan puteriku…

Dengan cardigan hitammu dan sepatu lima centi-mu…

Hingga kau sejajar dengan mataku…

Atau tentang hijaunya kemejamu… menutupi putihnya kaosmu…

Atau tentang pink-nya dirimu dikampus gajah itu…

Tentang sebungkus nasi padang …

atau setusuk telur puyuh…

Tentang segelas markisa yang engkau buat…

cukup maniskah, entah aku sudah lupa dengan hal itu…

di hotel kecil disudut dago itu…

Tentang dimana kita mencoba, mengenalkan rasa…

Apakah terlalu hambar atau cukup bersinar…

Tentang mereka “ malaikat kita” yang mencoba membuat kita bercinta…

Tentang sandal jepit hitamku… atau film tentang cangkok manusia…

Tentang gemerintik hujan dan motor tigerku…

Tentang lightning seed yang kauimpikan…

Atau panasnya hari disiang itu…

“dodol…” itu ucapmu… dan aku dengan getirku…

Tentang jalan memutar yang kita lalui…

Agar aku bisa sedikit lebih lama denganmu…

Atau tentang pembajak yang mengajarkanku untuk bersikap dingin padamu…

Dan kau tergila padaku… tapi apa dayaku, itu bukan diriku…

Tentang kelinci pink atau iblis yang mengugat tuhan…

Tentang sekaleng coffe pengganti tidurku…

Atau tentang mangkirku pada malam yang hendak terbuka…

Tentang perkelahian kita…

Atas rupaku di benakmu…

Tentang suka, sayang… netral atau biasa saja…

Dan kau jawab dengan “terimakasih…

Yang berakhir dengan hatiku yang kacau sekacau-kacaunya…

Tentang 10 hari kemudian …

“Can,t Resist The TempTAtion… “ Ujarmu…

Hingga kau mengganguk tak berdaya…

Bergumam agar ku tak meningalkanmu…

Mengigau agar ku lebih mengerti tentang dirimu…

Tentang cerita kita yang melewati sembilan langitku…

aku dan khayalanku… sementara engkau masih beserta nyatamu…

tapi perlahan…

aku ingat tentang dirimu tuan puteriku…

tentang menit-menit kita di kabel itu…

tentang keengananmu memutus gagang itu…

tentang surat-surat kita…

tentang = dan ) atau nama pendekku yang kautuliskan…

dan tentang bodohku yang melewati batasku…

tentang buku 5 babmu… atau tentang keinginanmu tuk pergi…

tentang apa yang mereka namakan masa depan…

tentang ketakutanmu, ketidaknyamananmu, dan ketidakkuasaanmu…

entah padaku atau waktu…

tentang kekhawatiranmu atas cinta yang lain…

tentang dirimu yang mencoba terbuka padaku…

walaupun akhirnya semua kembali mengatup…

aku ingat dirimu tuan puteriku…

tentang keheningan saat kukatakan sayang padamu…

tentang kebingunganmu menyusun kata saat kutunjukan rasaku…

atau membisunya bibirmu saat rasa mengalir…

tak terbendung dari bilah lidahku…

HmmMMmmmmmfffffFff

Apa mungkin masih ada alasan lain….

Entah usb-mu yang tertinggal didiriku…

Tentang wickedpark yang tak pernah berputar…

Placebo yang menjadi alasan…

Atau sioen-cruisin yang sedang menyakitiku saat ini…

Atau leo Tolstoy dengan guratan namamu di belakangnya…

Atau mungkin bila kita sedikit berani…

Tentang hati kita yang tak pernah tahu tentang apa yang sebenarnya kita inginkan…

Sayangku, mereka pernah bilang…

“kita tak pernah menanamkan apa-apa…

Dan kita tak
kan

pernah kehilangan apa-apa…

Dan sesalku tak pernah denganmu…

Ia tercipta sesaat kemudian menghilang entah kemana…

Mungkin,.. berharap pada waktu…

Aku dan kamu… entah kapan dimana dan bagaimana…

Itu kuasaNYA… IA pemilikmu dan aku tak jauh beda darimu….

Hmmmm 19 xxx – 19 xxxku…

Engkau milikku.. entah lainnya =)

 

september 2006