Beberapa hari ini sering kepikiran betapa jarangnya saya menghargai apa yang namanya “nikmat” dari tuhan YME.

Padahal DIA sendiri yang berkata akan menambah nikmat yang diberikan jika kita pandai bersyukur dan tidak kufur nikmat.

Terlepas dari masalah yang kita hadapi dalam kehidupan ini, Kita sendiri kadang gak sadar bahwa kita sudah diberikan kenikmatan yang berlimpah, kenikmatan yang mendasar karena terlalu fokus pada masalah yang kita hadapin sehingga kita sering mengeluh atas masalah yang kita hadapi dalam hidup ini.

mungkin saya sendiri menilai sesuatu lebih sering dari materi, berapa harganya, bagus-engganya, enak-engganya, keren-engganya, banyak duit -engganya yang menjadi tolak ukur untuk level “kebahagian” yang saya miliki.

Sehingga saat saya gak memiliki “materi” tersebut level kabahagiaan saya sama dengan nol.

Gak punya duit banyak berarti ga bahagia, gak punya gadget baru berarti ketinggalan zaman, ato gak pernah makan di resto mewah berarti kurang gaul, padahal banyak hal yang harus disyukuri dan itu simple banget, tapi akan jadi suatu kerugian yang besar kalo kita mulai kehilangannya.

Sebutlah salah satu nikmat mendasar yang diberikan DIA adalah kesehatan. Kesehatan yang harganya gak bisa digantikan dengan obat buatan pabrik terkenal manapun, kesehatan yang gak bisa digantikan. Dengan kenyamanan rumah sakit manapun, baik RS nasional ataupun internasional.

Berbahagialah kita yang memiliki kesehatan yang baik, fisik dan stamina yang mumpuni untuk jalanin aktivitas kita setiap harinya.

Bayangkan, bila hidup kita harus ditopang beberapa tablet obat setiap harinya, saat untuk bernafas saja kita membutuhkan tabung oksigen setiap harinya, atau nafas yang berderu saat beberapa langkah kaki kita sudah tak kuat untuk berjalan.

Bayangkan saat ketakutan kita menghantui setiap malam kita, saat ketakutan kita terhadap tarikan nafas terakhir kita.