Tags

, , , ,

Suka binatang ?  yakin…  beneran…  suer….  !!!

Bukan karena haya tertarik semata kan, terus berpindah hati….Ternyata ga hanya masalah “dunia percintaan” aja kita bisa berpaling hati, dalam hal memelihara binatang pun kita bisa dengan mudah berpindah hati kalo ga punya komitment yang kuat terhadap binatang peliharaan kita.

Maka dari itu, sebelum kita memutuskan untuk memelihara binatang, ada beberapa hal yang bisa kita pertimbangkan terlebih dahulu :

  1. Coba pertimbangkan hewan apa yang akan kita pelihara, kenapa kita mau melihara hewan itu, pastikan bukan cinta sesaat (saat 3 minggu dah bosen meliharanya ;p). Soalnya ini hewan  (mahluk hidup)  mas bro dan mbak sist, bukan barang yang begitu kita bosen bisa dilempar begitu aja ke gudang. Ok J . kita bisa aja ngelepasin hewan peliharaan kita di alam liar saat kita bosen, tapi coba  pikirkan lagi, Setelah beberapa lama dia ketergantungan dapat makanan dari kita, apakah dia akan bertahan di alam liar sana ???.
  2. Satu hal, tanya dulu siapa yang akan bertanggung jawab terhaddap hewan peliharan, apa kita sendiri atau hewan peliharaan untuk anak kita. Karena untuk anak-anak, belum bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hewan peliharaannya sehingga harus dibantu oleh orang tuanya atau orang dewasa disekitarnya. Pilih hewan peliharaan yang tidak membutuhkan perawatan yang rumit bila diperuntukan ke anak-anak. Hamster atau guinea pig bisa jadi alternatifnya.  Jangan sampai anak-anak kita kasi hewan peliharaan ular, selain susah nyari makannya buat tu  ular, dari segi keamanannya pun menurut gw tidak direkomendasikan.
  3. Coba luangkan waktu dulu untuk tahu apakah hewan yang kita pelihara termasuk hewan yang dilindungi oleh pemerintah atau bukan. Jangan sampai kita melihara orang utan, owa jawa, kus-kus, kucing hutan apalagi monyet yang seukuran jari itu *lupa lagi gw namanya. kasian cuy, selain jumlahnya udah terbatas, beberapa hewan bukan termasuk kedalam kriteria “hewan yang bisa dipelihara” dan kalau kita tetep keukeuh melihara tu hewan, pastinya dalam beberapa waktu dia akan menghadap yang kuasa (ex : melihara kucing hutan / lynk) karena bukan habitatnya dirumah, tapi dihutan, doi bisa stress trus RIP.   *Untuk monyet ekor panjang (macaca fascularis)masih boleh dipelihara ko J *dicek tahun 2008.
  4. Pertimbangkan usia hewan peliharaan yang kita pilih. Beberapa hewan peliharaan, memiliki jangka waktu usia yang panjang, contohnya : monyet ekor panjang, kura-kura, sampai ke ikan koi. Usia hewan peliharaan itu bisa diatas belasan tahun. Kalo hewan peliharaan seperti hamster atau kelinci, kemungkinan jangka waktu usianya dibawah 5 tahun. Kenapa gw bilang jangka waktu usia penting karena ini masih berhubungan dengan komitmen kita didalam mengurus hewan peliharaan kita. Semakin lama jangka waktu hewan peliharaan kita, artinya tanggung jawab kita semakin berat, gimana ngga, kita bisa aja melihara monyet ekor panjang saat kita kuliah dan harus tetap bersama monyet ekor panjang tersebut saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.  saat kita sudah berkeluarga dan memiliki, katakanlah 2 orang anak. Artinya monyet ekor panjang dan keadaan kita yang berubah2 harus tetap bisa saling beradaptasi dan menyesuaikan, jangan sampai saat kita nikah, calon istri atau keluarga ga suka ma monyet peliharaan kita, kita harus mengesampingkan hewan peliharaan kita. Artinya balik lagi ke komitmen di no. 1
  5. Pertimbangkan biaya untuk memelihara binatang yang kita pilih (penting ini, ini penting), kenapa, karena jangan sampai binatang peliharaan kita ikut kelaparan, gara-gara kita keabisan doku buat beli makanannya. Tanya-tanya dulu deh ke orang2, pegawai petshop atau kencan ma mr google, untuk tahu berapa biaya memelihara binatang. Selain itu mas bro ma mbak sist perhitungkan juga biaya pendukung lainnya, macem kandang, tempat makan minum, vitamin, vaksin ampe sampo-samponya segala. Berdasarkan pengalaman ane seh, biaya pakan yang paling murah pas melihara ikan koki, gimana ngga, untuk sepasang koki, makanan satu kantongnya ga abis dalam 6 bulan. Harga satu kantongnya cuman Rp. 3.500,-. Murah kan J. Ini berpulang kembali ya guys ke masing-masing, lihat kocek dalam2. Kita pasti bisa ngitung kemampuan kita untuk mengurus hewan peliharaan kita
  6. Cek keadaan dirumah dan lingkungan sekitar. Minta persetujuan orang-orang rumah untuk memeilhara hewan pilihan kita. Selain itu liat lingkungan tempat tinggal kita, apakah memiliki keberatan tertentu ngga terhadap salah satu hewan peliharaan. Jangan sampai suara yang ditimbulkan si hewan peliharaan, ngeganggu tidurnya tetangga-tetangga kita. Jangan sampai bau kotoran yang ditimbulkan hewan peliharaan kita, menganggu empunya si hidung tetangga-tetangga kita juga. . Kemudian lihat berapa luas area yang dibutuhkan hewan peliharaan kita untuk berinteraksi dengan keadaan sekitarnya. Jangan sampai doi merasa terkekang. Contohnya area ikan-ikanan pasti ga butuh tempat yang luas (aquarium), beda sama doggy J
  7. Salah satu saran gw seh mas bro dan mbak sist kalo melihara hewan jangan single yah, mesti double atau sepasang. Kasiaan soalnya kalo single, ntar dia kesepian, galau, depresi trus bunuh diri. Ini kejadian ama monyet ekor panjang peliharaan temen gw. Saking depresi dan stress tuh monyet hidup sendirian, dia mengantung dirinya diatas pohon pake rantai yang diiket di lehernya. Kasian kan, dan satu lagi, jangan suka pake rantai ke binatang peliharaan, mending kita pakai kandang yang gede aja dibandingkan pake rantai. Coba bayangin kalo kita jadi hewan peliharaan kita. Dirantai di leher setiap hari, ditarik kesana kemari, kasian kan, malah jadinya kejadian monyet ekor panjang  kaya diatas. Selain itu dengan adanya pasangan buat hewan peliharaan kita, berarti kita memenuhi kebutuhan biolgis hewan peliharaan kita. Kalaupun harus pakai rantai kaya ke doggy, jangan selalu dipasang rantainya terus, dilepas lah sekali-kali.

 

Segitu aja dulu yang gw tau, kalo ada inspirasi buat nulis lagi tentang pet, gw tulis di post selanjutnya, selamat memelihara hewan kesayangan anda, dan selamat mendapatkan partner dalam hidup anda,😀