“sebenarnya setengah tak percaya saat tau dia hamil, terlebih selama ini saya tak begitu memperhatikan keadaan fisiknya,,, hingga kemarin ibu saya mengatakan sesuatu kepada saya “sepertinya dia hamil…” ujarnya singkat.

hamil ??? tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh saya. bagaimana saya mengurus anaknya nanti, saya sama sekali minus pengetahuaan untuk memelihara tetek bengek masalah bayi.

3 tahun sudah saya bersama dia, saya rawat sepenuh hati, eh taunya malah hamil duluan. yah apa boleh dikata, nasi sudah menjadi bubur.

kemudian saya tengok dia siang ini. memang perubahan fisiknya mulai kentara. perutnya sudah membesar. puting susunya berwana pink dan nampak membesar. saya tak bisa menebak berapa usia kandungannya. rada-rada bingung juga, soalnya ini kasus pertama saya juga. apa yang harus saya lakukan ???

akhirnya saya coba cari jawaban di om google, disudut kanan atas, saya ketikan “cara monyet melahirkan ” dan setelah menunggu beberapa lama karena koneksi internet yang lambat akhirnya keluarlah beberapa list yang setelah saya klik ternyata tidak ada info mengenai kelahiran dari monyet. setelah saya baca tidak lain hasil pencarian om google hanya menjelaskan mengenai kelahiran manusia.

yah, yang hamil monyet peliharaan saya namanya cika dan pelakunya tak lain dan tak bukan adalah monyet pasangannya si ciko.

cika (3 tahun yang lalu)

dan inilah pasangan romantis bulan ini :

ciko dan cika (3 tahun yang lalu)

“Ah kalo liat foto diatas ga kerasa dah 3 tahun lewat, dan pasangan diatas ini sudah mau memiliki keturunaan... (gw aja belum hahahaha :p)

kedua peliharaan ini termasuk dalam jenis monyet ekor panjang (macaca fascicularis). ga ada alasan khusus kenapa saya memeliharanya. dulu waktu saya mampir ke sebuah pet shop di bandung, saya tertarik pada suatu kandang, dimana salah satu monyetnya jahil mengambil makanan di kandang sebelahnya (tetangganya itu kelinci). kemudian saat saya mendekat ke kandang tersebut, monyet tersebut mengengam jemari saya disertai mata puss the boots dan seraya berkata “take me home please,,, take me home,,,” (yang ternyata saya salah menginterpretasikan ucapannya, home yang dimaksud di gesture monyet tersebut mungkin berupa hutan, bukan rumah saya).

mengapa sampai saya memiliki sepasang monyet saat ini, dikarenakan saat saya hendak membawa monyet yang pria (yang kemudian saya beri nama ciko), satu monyetnya lagi yang berada di kandang tersebut ketakutan dan terus memeluk tubuh si ciko, akhirnya karena kasian saya bawa keduanya kerumah saya. (disertai omelan ibu saya, karena saat itu dirumah sudah ada peliharaan burung hantu, hamster, ikan koki dan kelinci, kemudian ditambah sepasang monyet tersebut.

sebenarnya hewan ini (monyet ekor panjang) bukanlah mahluk yang dilindungi. biasanya dijadikan sebagai hewan peliharaan atau hewan untuk percobaan dunia kedokteran. (menurut artikel yang saya baca) walaupun bukan termasuk hewan yang dilindungi, pengambilannya dari alam tetap harus berdasarkan kuota tertentu. tapi ada satu pemikiran (yang mungkin terlambat saya sadari). seharusnya mungkin saya tak membeli sepasang monyet ini. seharusnya mungkin memang mereka berada di hutan, tempat mereka tinggal sebenarnya.

tapi sekarang sepasang monyet yang saya besarkan ini sudah memiliki ketergantungan yang teramat besar ke saya. gimana ngga, tiap hari saya yang menyodorkan makanan ke mereka. sebelumnya pernah terpikir untuk melepasliarkan di alam liar, tapi saya takut mereka ga kan bertahan karena sudah bisa diberikan makanan oleh empunya. (makin feeling guilty dah gw).

alhasil sekarang tetap saya besarkan, sampai akhirnya saat ini ketahuan si cika hamil *tepok jidat* sepertinya saya harus konsultasi neh ma dokter hewan, hehehe :p.

*footnote : dulu saat kelinci peliharaan saya melahirkan 12 anaknya, rasanya magical.

*saya suka dan cinta binatang, bahkan sempat terpikir untuk punya penangkaran binatang-binatang untuk dilepas liarkan dialam, untuk melestarikan sejumlah spesies binatang tertentu. mudah-mudahan suatu saat nantišŸ˜€