Bingung (itu satu kata yang ada dibenak saya), hari minggu ga kemana-mana… mana pertengahan bulan, gak punya duit (hahahaahahah :p) sebenernya kalo weekend, suka rada bingung, mau kemana, mau ngapaiin (dan habis duit berapa… hehehe :p). kalo ngemall, nonton, makan dan sebagainya, definitely bosen !!!hehehe. sebenernya kalopun makan juga gw dah bingung mau makan dimana. sebagai urang Bandung dan menetap dikota ini selama 29 tahun, tentulah hampir semua seluk-beluk kota ini sudah saya telusuri.

akhirnya, setelah berputar-putar tanpa tujuan dengan Mio putih pinjaman sang kakak, melewati macet dan panasnya kota ini, kembalilah (again) ke kawasan Bandung utara. sebenernya untuk rest atau cafe dkota ini memang juaranya ada di kawasan Bandung Utara. Dengan View yang menakjubkan dikala malam, City View sekota bandung, Udara yang dingin menusuk tubuh, Cokpis (cocok Pisan) buat anda-anda yang ingin menghadirkan kesan romantis dengan pasangan anda. Candle light dinner lah, valentinenan lah (emang masih musim ya ???) atau sekedar hang out sama temen-temen.

sampe kawasan Rancakendal (again), tadinya mau ke Roemah Kopi atau ke Bakmie Mpok Lela. sampai si *Nguk2 yang saya bonceng mencium aroma berbeda di satu resto di sebelah roemah kopi. Sebenernya kita sudah beberapa kali lewat ke resto dikawasan itu dan selalu mengurungkan niat saat akan berkunjung ke tempat dimana aroma tadi berasal. namun kali ini, untuk sesuatu yang berbeda, dan untuk sesuatu yang baru, Kita memutuskan untuk singgah ditempat itu. tadinya sih saya sangsi, kalo tempat itu akan mengakomodasi keinginan saya untuk santai, makan dan minum dan mengalirkan obrolan dengan si nguk2 (hehehe). alasannya karena tempat itu kalo dilihat dari depan sekitar ukuran 6×13 M, ternyata begitu saya masuk kedalam, waw,,,, tu tempat ternyata luas dan cozy buat nongkrong😀.

dengan keadaan topografis kawasan bandung utara yang naik turun dan bertebing, ternyata tempat ini hanya terlihat memiliki ruangan yang kecil dari atas saja. padahal setelah kita menuruni anak2 tangga dibawahnya, ruangannya cukup luas, bahkan lebih luas dan lebih lapang di tempat ini.

Tempat ini bernama “Lantera Cafe” bukan Lentera Cafe. setelah ditawarkan untuk duduk diatas atau di bawah, saya memutuskan untuk duduk dibagian bawah. karena saya tertarik dengan “Rumah Joglo” dibagian bawah (sangat jawa, sangat GW).setelah disodorkan daftar menu, mata saya memilih pizza original dengan beberapa macam toping diatasnya. rasa pizza itu, jangan tanya. Rasanya juara banget. fresh from the open, hangat dan aromanya itu beda sama pizza yang biasa saya makan. apalagi kalo ditambah saos pedasnya, mantapp. pizza itu, tipis, garing dan renyah, crispy banget, hehehe😀. Pizza di lantera cafe mungkin berbeda karena dipanggang dengan kayu bakar. itu yang buat maknyuss. selain itu cappucinonya juga lumayan, ditambah kue jahe, cukup untuk menghangatkan tubuh di dinginnya bandung utara.

setelah saya amati tempatnya, dengan ornamen joglo sebenarnya interior dari cafe ini tidak sedikit beda dengan resto lainnya di kawasan itu. dilengkapi dengan ornamen kejawaan, rumah joglo, kayu-kayu coklat yang mendominasi bangunannya seaakan memberikan kehangatan buat kita yang ngeliatnya. mungkin itu konsep yang ditawarkan banyak resto dikawasan ini. begitu sederhana, begitu hangat dan begitu intimate. dengan ruangan yang lebih lapang, aliran udara dari kanan-kiri bangunan bikin seger, ditambah hijaunya bebukitan bandung utara. cocoklah buat yang pacaran hahahahahaha :p

location :

Jl. Terusan Rancakendal No.11, Cigadung, Bandung

Rate : 3,5 Stars From Five🙂